Penyebab
kematian Rosita masih menjadi tanda tanya. Sebelum ditemukan meninggal,
Rosita sempat mengalami sakit. Misteri kematian tersebut semakin suram
karena keluarga Rosita menolak autopsi.
"Keluarga menolak autopsi, kami tetap menghormati keputusan keluarga, asal mau membeberkan alasan," ungkap Kapolsek Tumpang AKP Yusuf Suryadi kepada detikcom, Jumat (28/7/2017).
Yusuf mengaku, penanganan kematian Rosita kini ditangani Satreskrim Polres Malang. Upaya otopsi yang ditolak keluarga bisa juga menyulitkan penyelidikan untuk mengungkap penyebab kematian Rosita.
"Autopsi sebagai langkah untuk mengungkap penyebab pasti kematian korban melalui medis. Keluarga menolak dan telah mencantumkan pernyataan tidak akan menuntut siapapun," tegas Yusuf di ujung telpon.
Kapolsek mengakui, Rosita pernah mencuat dengan persoalan buku tabungannya. Saat itu, pihaknya sudah menawarkan agar diselesaikan melalui jalur hukum.
Tetapi keluarga Rosita sepertinya tidak menginginkannya. Hingga kemudian Rosita ditemukan tewas di dalam kamarnya tadi pagi.
"Dulu sudah kami sarankan, silakan melapor jika memang menduga ada pelanggaran hukum. Tetapi tidak direspons orang tuanya," terang Yusuf.
Hingga kini, keluarga belum dapat diwawancarai mengenai kematian Rosita. Jenazah Rosita telah dimakamkan di TPU setempat, Desa Ngingit, Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang, siang tadi.
"Jenazah sudah dimakamkan, setelah visum luar dan olah TKP selesai dilakukan," tegas Yusuf.
Ini Cerita Sebelum Rosita Ditemukan Meninggal Versi Polisi
"Keluarga menolak autopsi, kami tetap menghormati keputusan keluarga, asal mau membeberkan alasan," ungkap Kapolsek Tumpang AKP Yusuf Suryadi kepada detikcom, Jumat (28/7/2017).
Yusuf mengaku, penanganan kematian Rosita kini ditangani Satreskrim Polres Malang. Upaya otopsi yang ditolak keluarga bisa juga menyulitkan penyelidikan untuk mengungkap penyebab kematian Rosita.
"Autopsi sebagai langkah untuk mengungkap penyebab pasti kematian korban melalui medis. Keluarga menolak dan telah mencantumkan pernyataan tidak akan menuntut siapapun," tegas Yusuf di ujung telpon.
Kapolsek mengakui, Rosita pernah mencuat dengan persoalan buku tabungannya. Saat itu, pihaknya sudah menawarkan agar diselesaikan melalui jalur hukum.
Tetapi keluarga Rosita sepertinya tidak menginginkannya. Hingga kemudian Rosita ditemukan tewas di dalam kamarnya tadi pagi.
"Dulu sudah kami sarankan, silakan melapor jika memang menduga ada pelanggaran hukum. Tetapi tidak direspons orang tuanya," terang Yusuf.
Hingga kini, keluarga belum dapat diwawancarai mengenai kematian Rosita. Jenazah Rosita telah dimakamkan di TPU setempat, Desa Ngingit, Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang, siang tadi.
"Jenazah sudah dimakamkan, setelah visum luar dan olah TKP selesai dilakukan," tegas Yusuf.
Ini Cerita Sebelum Rosita Ditemukan Meninggal Versi Polisi
Rosita
ditemukan telah meninggal di dalam kamarnya, Jumat (28/7/2017) pagi.
Polisi yang mendapatkan laporan segera mendatangi lokasi dan melakukan
olah tempat kejadian perkara.
"Tidak
ada tanda kekerasan pada tubuh korban, hanya saja mulut ditemukan
mengeluarkan busa," terang Kasatreskrim Polres Malang AKP Azi Pratas
Guspitu kepada detik.com melalui sambungan telpon.
Azi
mengatakan, berdasarkan keterangan para saksi, kematian gadis 16 tahun
itu berawal saat Kamis (26/7/2017), sekitar pukul 23.00 WIB, Rosita
makan nasi berlauk ikan gurami yang digoreng oleh ibunya. Untuk minum,
Rosita hanya meminum air putih saat itu.
Setelah
itu, alumni MTs Negeri Tumpang, Kabupaten Malang, ini mengeluh pusing,
dan meminta dipijat orang tuanya. Tak berapa lama, Rosita beranjak dan
masuk ke dalam kamar. Esok harinya atau Jumat sekitar pukul 5 pagi,
Wijiyati, sang ibu, berniat membangunkan Rosita.
Berulangkali
mengetuk pintu, Wijiyati tidak mendapatkan jawaban. Melihat itu,
Wijiyati kemudian membuka pintu kamar dan akhirnya menemukan putrinya
sudah tak bernyawa dengan mulut berbusa.
Kabar
kematian Rosita akhirnya meluas dan polisi mendapatkan laporan. "Sudah
kami visum, ini masih menunggu hasilnya," terang Azi.
Polisi Temukan Obat di Kamar Rosita saat Lakukan Olah TKP
Rosita
sempat sakit sebelum ditemukan meninggal. Rosita mempunyai sakit
lambung yang membuatnya mengonsumsi sejumlah obat untuk perawatan.
"Kalau
keterangan keluarga, korban mengalami sakit lambung sebelumnya. Dan
mengonsumsi beberapa obat," ujar Kasatreskrim Polres Malang AKP Azi
Pratas Guspitu kepada detikcom, Jumat (28/7/2017).
Sejumlah
obat jenis anti biotik ditemukan polisi saat melakukan olah tempat
kejadian perkara di rumah Rosita, Dusun Glendangan, Desa Ngingit,
Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang.
"Ada
beberapa obat anti biotik kami temukan di dalam kamar. Belum bisa
dipastikan apakah bunuh diri atau karena obat. Keluarga menolak autopsi.
Kami akan dalami," kata Azi di ujung telpon.
Nama
Rosita mencuat setelah muncul pengakuan jumlah tabungan di sekolah yang
mencapai Rp 40 juta lebih. Sekolah pun membantah besaran tabungan itu,
karena mengklaim nilai tabungan Rosita hanya Rp 135 ribu sesuai catatan
di buku tabungan.
Puasa
Ramadan lalu, Rosita sempat berniat mengakhiri hidupnya dengan
menenggak obat sakit kepala bercampur minuman bersoda. Beruntung nyawa
sulung dari dua bersaudara ini bisa diselamatkan.
(detik.com)



