Theme images by Storman. Powered by Blogger.

Translate

Popular Post

Blogger templates

Followers

Thursday, 24 May 2018

Pertama Kali bekerja Jadi Tenaga Ahli Utama Bidang Komunikasi, Ngabalin Puji Pemerintahan Jokowi, Begini Katanya

- No comments



Serba Informastion - Ali Mochtar Ngabalin menceritakan kisah pertamanya bekerja menjadi tenaga ahli utama bidang komunikasi. Ngabalin yang dulu sering mengkritik pemerintah, kini berangsur memuji kinerja pemerintah.
Dia justru menyebut pemerintah sesungguhnya memikirkan nasib rakyat kecil, dan rakyat Indonesia pada umumnya.
“Subhanallah di sini tiada hari orang berpikir tentang kepentingan bangsa dan negara, berpikir tentang kepentingan umat,” kata Ngabalin, di kantornya, Kamis (24/5/2018).
Ngabalin mengimbau agar semua umat Muslim bisa mendukung apa yang dilakukan pemerintah. Sebagai negara dengan mayoritas masyarakatnya beragama Islam, kata dia, maka pemerintah harus didukung penuh karena sebuah pemerintahan dalam berbagai kitab suci bisa disebut sebagai representasi Tuhan di muka bumi.
Sebelumnya, Kepala Kantor Staf Kepresidenan Moeldoko menjelaskan, pengangkatan Ali Mochtar Ngabalin dilakukan untuk membantu Kantor Staf Presiden melakukan fungsi komunikasi politik kepada publik.
“Dia adalah politisi senior yang punya banyak pengalaman dan jaringan. Tugasnya adalah sebagai tenaga ahli utama di Kantor Staf Presiden. Bukan sebagai juru bicara presiden atau staf khusus presiden,” kata Moeldoko.

Sumber : Kumparan.com

Resmikan Bandara Kertajati Jokowi Bilang Terima Kasih Pada SBY, Alasannya Mengejutkan

- No comments


Serba Informasion - Presiden Joko Widodo meresmikan Bandara Kertajati, Majalengka. Jokowi berterima kasih kepada Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono dan Gubernur Jabar Ahmad Heryawan karena telah mencanangkan pembangunan bandara ini.

"Saya ucapkan terima kasih kepada Pak Susilo Bambang Yudhoyono, Pak Ahmad Heryawan dan jajarannya, yang sudah mencanangkan sejak lebih dari satu dekade lalu," tulis Jokowi di akun Instagram-nya, Kamis (24/5/2018).

Jokowi mengatakan, baik SBY maupun Aher memiliki peran penting dalam terbangunnya bandara kebanggaan di Bumi Parahyangan ini. Menurut Jokowi, SBY dan Aher bagian tak terpisahkan dari pembangunan bandara tersebut.

"Beliau, keduanya, menjadi bagian tidak terpisahkan dari terwujudnya bandara kebanggaan warga Jawa Barat ini," ujar Jokowi.

Jokowi juga berharap bandara ini dapat melayani arus mudik Lebaran pada 8 Juni 2018. Jokowi baru saja melakukan touch down di Bandara Kertajati tadi pagi.

"Alhamdulillah pendaratan pertama Pesawat Kepresidenan RI di Bandara Internasional Kertajati, Jawa Barat, berjalan lancar. Doakan bandara ini sudah dapat melayani arus mudik Lebaran 2018. Kata Menhub, kurang-lebih tanggal 8 Juni 2018 juga sudah ada penerbangan komersial yang masuk," ungkapnya.

Sumber : Detik.com

Sandi: Teknologi Baru DKI, Mengubah Limbah Tinja Jadi Air Siap Minum dalam Setengah Jam. Jumlah Unit Bikin Melongo!

- No comments
Serba Information - PD Pasar Jaya mulai mengadopsi teknologi canggih dan efisien dalam mengelola limbah tinja warga Jakarta.Rabu (23/5/2018) kemarin, PD Pal Jaya meresmikan berdirinya instalasi Andrich Tech di IPLT Duri Kosambi, Jakarta Barat, berupa perangkat yang mampu mengubah limbah tinja menjadi air minum dalam waktu setengah jam.

Nama Andrich yang terdengar agak asing sebenarnya adalah gabungan nama dua penemunya yakni Andri dan Chairunnas, dua lelaki asal Sumatera Barat.

Ada satu tanki besar yang digunakan untuk menampung tinja. Setelah itu, tinja dialirkan ke mesin yang berada dalam satu kontainer.

Baca juga: DKI Kini Bisa Ubah Limbah Tinja Jadi Air Minum dalam Setengah Jam

Penemunya, Andri Oba menjelaskan tinja dari tanki itu diberi zat kimiawi dan suspensi udara untuk membuat materi padatnya bergumpal dan mengambang. Setelah mengambang, materi padat itu disaring dan dibakar agar menjadi pupuk organik.

Air tinja dialirkan ke Andrich Tech untuk disaring sekali lagi agar menjadi air bersih.

"Jadi polutan yang masih tersisa akan diangkat dengan getaran di sini sehingga dihasilkan air bersih untuk digunakan kembali, bukan hanya dibuang ke lingkungan," kata Andri, Rabu sore.

Air yang dikeluarkan dari pipa di kontainer itu berwarna bening dan tidak berbau. Ketika peresmian, terlihat air ditampung di sebuah bak yang berisi ikan hias. Ikan itu hidup dan berenang dengan baik.

Menurut Andri, teknologi itu jauh lebih murah dari yang dimiliki PD Pal Jaya saat ini. 

Setiap hari IPLT Duri Kosambi menampung 150 kubik limbah tinja. Yang mampu diolah sebanyak 80 meter kubik per hari. Tujuh hari untuk mengubah limbah tinja jadi air yang memenuhi baku mutu untuk dialirkan ke sungai.

Dengan Andrich, limbah yang sama bisa diubah jadi air siap minum dalam waktu setengah jam.

Di e-catalog, alat serupa dihargai Rp 3 miliar untuk kapasitas 40 meter kubik. Andrich Tech mematok harga setengahnya untuk kapasitas dua kali lipat lebih banyak.

"Ini karena komponen yang kami gunakan 94 persen berasal dari dalam negeri, jadi lebih murah," ujar Andri.

Alur kerja perangkat pengolah tinja Andrich Tech yang dikembangkan PT MJH Lestari Internasional di IPLT Duri Kosambi, Jakarta Barat.

Alur kerja perangkat pengolah tinja Andrich Tech yang dikembangkan PT MJH Lestari Internasional di IPLT Duri Kosambi, Jakarta Barat. 

Tambah 200 Unit

Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno yang kagum melihat kecanggihan teknologi itu berjanji DKI akan menambah alat itu hingga 200 unit tahun depan. Alat itu bakal ditempatkan di permukiman-permukiman padat penduduk.

"Target PD PAL Jaya dan PT MJH Lestari Internasional (Andrich) akan memasang 200 unit untuk tiga tahun ke depan. Betul, kami langsung konkret saja, 200 unit ini karya anak bangsa, perlu dibela. Saya terinspirasi bahwa kalau kita tidak bela, siapa lagi," ujar Sandiaga.

Sandiaga mengatakan, sementara ini Andrich Tech akan ditempatkan di IPLT Duri Kosambi untuk mengalirkan air hasil pengolahan ke sawah-sawah yang masih lestari di sekitar IPLT. Sandiaga mengatakan perlu sedikit pengolahan lagi agar airnya benar-benar bisa untuk langsung diminum.

"Tinggal dikit lagi saja bisa ini diminum," ujar Sandiaga.

Sumber : Kompas.com

Nasibnya Kian Memprihatinkan, Ini Yang Terjadi Pada Dosen USU Di Dalam Penjara, Tersangka Ujaran Kebencian Bom Teroris Surabaya

- No comments
Serba Informasi - Kondisi kesehatan dosen Universitas Sumatera Utara (USU) Himma Dewiyana Lubis (46), yang ditangkap polisi setelah menulis status tentang bom Surabaya semakin buruk dan mendapat perlakuan tidak manusiawi.

Tim kuasa hukum Himma, Chairul Munadi mengungkapkan sejak awal diperiksa, kondisi Himma memang sedang sakit. Selain tekanan psikis yang sangat besar, Himma juga memiliki riwayat penyakit vertigo.

Menurut Chairul, Himma bahkan sempat pingsan usai diperiksa Mapolda Sumut dan 'dipamerkan' di depan wartawan peliput. Setelah pingsan, Himma hanya dibawa ke klinik dan langsung dikembalikan ke penjara untuk ditahan.


"Kondisinya sakit, tapi pemeriksaan dilakukan secara maraton seharian penuh. Tim kuasa hukum dilarang melakukan pendampingan. Ini tidak manusiawai. Seperti sedang memeriksa residivis atau gembong narkoba," kata Chairul kepada CNNIndonesia.com, Kamis (24/5).

Keesokan harinya, saat Chairul dan tim kuasa hukum berkunjung ke sel, kondisi Himma semakin drop. Namun kepolisian menurut Chairul  mendiamkan kondisi dosen Ilmu Perpustakaan dan ahli arsip USU itu bersama 11 wanita penghuni penjara lainnya. Chairul menilai kondisi penjara yang kelebihan kapasitas itu jelas membuat kondisi Himma semakin parah.

"Saat di sel, di depan saya ibu itu kembali pingsan. Akhirnya kami putuskan untuk dibawa ke RS Bhayangkara Medan. Rawat inap sampai hari sekarang," katanya.

Menurut rencana tim dokter, Himma akan dilakukan tindakan berupa pemindaian di bagian kepala, Jumat (25/5). Hingga saat ini, kondisi Himma masih belum membaik dan menurut Chairul masih belum bisa banyak berbicara karena kebanyakan menangis.

"Ibu Himma memikirkan kondisi ibunya yang sedang sakit dan tiga anaknya di rumah," ujarnya.

Ajukan Penangguhan Penahanan



Image result for DOSEN USU DI PENJARA 

Selaku Sekretaris Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Medan, Chairul mengakui pihaknya bersama KAHMI dan rektor USU sedang berupaya untuk meminta penangguhan terhadap Himma. 

Sebetulnya surat penangguhan dan surat jaminan dari keluarga KAHMI Medan sudah diajukan, namun pihak kepolisian bergeming. 

"Informasi terkahir Rektor USU akan segera mengeluarkan juga surat penangguhan penahanan itu. Alhamdulillah rektor sudah makin terbuka," tuturnya.

Chairul optimis jika penangguhan dan bahkan penghentian kasus atau SP3 akan dikabulkan. Pasalnya pasal 28 UU ITE tentang ujaran kebencian yang digunakan polisi jelas lemah. Tidak ada unsur kesengajaan yang dilakukan Himma saat menuliskan status di akun media sosialnya.

Himma, kata Chairul, jelas ada niatan untuk memecah belah bangsa menggunakan unsur SARA. Selain itu, dari rekam jejaknya, Himma adalah ahli arsip dan aktif di berbagai penelitian. Dia tidak pernah tercatat pernah melakukan tindakan kriminal.

Menurut Chairul, Himma menuliskan status itu berdasarkan kondisi yang terjadi pada saat ini. Hal itu juga ramai dibicirakan oleh masyarakat. Atas nama kemanusiaan, polisi seharusnya sudah melepaskan Himma yang kondisinya terus memburuk.

"Jadi polisi menjeratnya dengan pasal karet. Atas nama kemanusiaan kami yakin Himma bisa bebas," tegasnya.

Sebelumnya, Pemerintahan Mahasiswa (PEMA) USU berencana kembali menggelar unjuk rasa menuntut penangguhan proses hukum terhadap dosen mereka.

"Dalam waktu dekat. Mungkin pekan ini atau Kamis pekan depan kami akan aksi lagi," kata Fahrul Rozi Panjaitan, Menteri Kajian Strategi dari PEMA USU saat dihubungi CNNIndonesia.com, Kamis (24/5).

Himma ditangkap Polda Sumatera Utara di rumahnya pada Sabtu (19/5). Dia ditetapkan sebagai tersangka kasus penyebaran hoaks setelah menulis status di akun facebook terkait rangkaian bom bunuh diri di tiga gereja di Surabaya, beberapa waktu lalu. 

Dalam statusnya Himma menyebut peristiwa itu sebagai pengalihan yang sempurna.

"Skenario pengalihan yang sempurna... #2019GantiPresiden" tulis akun facebook Himma.

Sumber : CNNIndonesia